Inilah catatan perjalananku yang baru. Setelah lama diri terbiar sesat dalam sedar, daku kembali lagi kepada-Mu. Daku pulang dengan tangisan yang tidak dapat kuhentikan. Pun, harapanku hanyalah agar Engkau masih menerima kepulangan ini.
Ya Rabbi,
Engkaulah sumber rezekiku. Kenapa hatiku terlalu sesak memikirkannya sedang Engkaulah yang menguruskan segalanya. Semuanya adalah, dari sisi-Mu jua datang dan perginya. Bawalah daku ke jalan-Mu yang lurus, terang dan tenang.
Ya Rabbi,
Engkaulah sumber keamanan. Kenapa hatiku masih mencarinya dari manusia? Engkaulah sumber cinta dan kebahagiaan. Kenapa daku masih mendambakannya dari manusia?
Ya Rabbi,
Dipukul gelongbang dunia yang ganas, ditiup angin taufan nafsu, akhirnya daku terdampar di kaki takdir-Mu dalam kesakitan. Daku ingn membuang semua rasa itu. Namun, apakah akan Kau sambut kepulanganku ini?
Atau marahkah Kau padaku?
Ya Allah, marahkan Engkau padaku?
Ya Allah, wahai pelindungku,berilah pengampunan-Mu kepadaku
berilah cinta dan kasih sayang-Mu kepadaku.
Wahai Yang Memiliki cinta,
Wahai Pemilik Cinta Yang Agung,
Daku menanti, Kau mencintaiku sehingga aku pula mencintai-Mu.
Dari lorong-lorong yang sepi sekali
Dari jambatan yang usang dan sunyi
Dari hati yang mengemis pengampunan dan cinta Ilahi!
Wahai Tuhan ku tak layak ke syurga Mu
Namun tak pula aku sanggup ke neraka Mu
Ampunkan dosa ku terimalah taubat ku
Sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar
(arabic verse)
Ila hilis tu lilfirdausi ahla
Wala aqwa alnnaril jahim
Fahabblitau batau wafir zunubi
Fainnakarob firul zanbi azim
Dosa-dosaku bagaikan pepasir di pantai
Dengan rahmat Mu ampunkan daku Oh Tuhan ku
Wahai Tuhan selamatkan kami ini
Dari segala kejahatan dan kecelakaan
Kami takut kami harap kepada Mu
Suburkanlah cinta kami kepada Mu
Akulah hamba yang mengharap belas dari Mu
..TERIMALAH AKU..
Terkedu aku pada sapaan memori lalu
Mula menerjah di ruang fikiranku
Bayangan dosa silam mengusik hati
Tanpa sempatku bendungi lagi
Kusering tertanya adakah derita tiada hujungnya
Apakah airmata tiada ertinya
Mengapa harus aku terleka dan jua alpa
Bahwa dunia sementara cuma hoo...
Sekian lama aku meniti bara-bara dunia
Mencari segenggam rahmat sinaran iman
Di celah tadahan doa jua amalan diri
Agar hidup matiku hanyalah untukMu
Terima kasih tuhan Yang Maha Pengasih
Di atas rahmatMu yang Kau limpahkan
Bagaimana harus aku untuk membalasnya
Tanda cintaku kepadaMu Kau kekasih hati
Semogaku temui sinaran suci
Di sebalik onak duri tajam menikam
Biar pun luka kasih terpisah darah mengalir pekat
Selamanya akan ku capainya jua
Keimanan ketaqwaanku
Lemah tiada berdaya
Selaut kasihMu akan ku tadah
Biar pun diriku terasa hina
Engkau Yang Maha Pengasih
Engkau Yang Maha Penyayang
Hamba datang mohon pertolongan
Terima dari segala taubat
..duhai teman... dikala ini hatiku tidak keruan..
mencari sebuah kekuatan n semangat utk jiwa..
..yg makin sepi n usang kurasakan....
..duhai teman.. andai batas usiaku ini sudah ditetapkanNYA...
sudah dalam perencananNYA...
sudsah tersurat di LUH MAHFUZNYA...
redha duhai Tuhan... sepertimana daku redha menerima segala ujian ini...
..duhai teman, apa dayaku..
..berat maat memandang berat lagi bahu ini memikulnya..
namun... duhai teman ku redha... kupasrah.. kupercaya...
DIA amat menyayangiku sepertimana insan lain menyayangiku disaat-saat akhir ku tika ini...
duhai teman, jgn disesali...
kerna daku sendiri tak pernah sesal dilahirkan kudunia ini...